Skip to main content

Cara Melawan Pelecehan Seksual Bagi Wanita di Indonesia

Hai sahabat iweblogsite sekalian, kali ini admin akan membahas hal yang menurut aku sudah masuk level darurat di negri ini.. Ssesuai dengan judul pelecehan seksual. Secara garis besar, tindakan pelecehan seksual dapat didefinisikan sebagai pendekatan yang terkait dengan seks yang sifatnya tidak diinginkan, baik itu secara verbal ataupun fisik.

melawan pelecehan seksual

Bila kita merujuk pada definisi ini, maka panggilan iseng seperti “Neng, seksi amat? itu dada kemana mana?”, maupun tatapan yang sifatnya mesum juga dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual.

Ada ribuan kasus dari tahun ke tahun yang terjamah oleh hukum (dilaporkan), namun diluar sana sebenarnya masih banyak kasus kasus kekerasan atau pelecehan seksual yang sama sekali tidak terjamah dan hilang begitu saja tanpa ada jejak.

Mengapa demikian?

Banyak faktor, salah satu faktor nya adalah korban malu untuk melaporkan.
Ketika cerita soal kejadian itu sama orang dekat, banyak dari mereka yang malah bilang “Makanya lain kali jangan jalan sendirian malam-malam,” atau nanya “Kamu pakai baju apa emang?” Seakan-akan korban lah yang salah. Victim blaming dan rape culture emang masih begitu kuat di masyarakat kita.
Alhasil, korban memendam sendiri kasusnya, takut dan malu alasannya.

Kesadaran masyarakat akan kasus kasus pelecehan seksual dan kekerasan seksual harusnya mulai ditingkatkan, bagaimana support dari lingkungan dan masyarakat sekitar agar kasus kasus pelecehan bisa ditanggulangi, walaupun kemungkinannya kecil.

Pelecehan sebenarnya bukan semata-mata salah korban, pengaruh terjadinya pelecehan terbesar adalah pemikiran pelaku. Memang hal ini juga tidak menampik bahwa cara wanita berbusana dan kesempatan juga turut andil dalam terjadinya kasus pelecehan, tapi sekalipun korban berpakaian setertutup mungkin jika ada saja pikiran kotor dalam benak pelaku tentu pelecehan akan tetap terjadi.

Prihal pelecehan seksual, hukum telah mengatur pada Pasal 289 sampai dengan Pasal 296 KUHP. Lalu bagaimana cara pembuktian kasus tersebut?

Pembuktian dalam hukum pidana tertulis pada Pasal 184 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”), menggunakan lima macam alat bukti, yaitu:


  1. Keterangan saksi
  2. Keterangan ahli
  3. Surat
  4. Petunjuk
  5. Keterangan terdakwa.


Terkhusus untuk pencabulan atau perkosaan, biasanya terdapat alat bukti tambahan, yaitu visum et repertum.

Apa itu Visum Et Repertum?

Menurut “Kamus Hukum” oleh JCT Simorangkir, Rudy T Erwin dan JT Prasetyo, visum et repertum adalah surat keterangan/laporan dari seorang ahli mengenai hasil pemeriksaannya terhadap sesuatu, misalnya terhadap mayat dan lain-lain dan ini dipergunakan untuk pembuktian di pengadilan.

Dari uraian di atas, aku hanya bisa berpesan untuk mengurangi kesempatan dilecehkan secara seksual dan mengurangi kasus kasus tersebut.

Bagi kalian para wanita agar sekiranya tidak terlalu fulgar mempertontonkan bagian tubuh, sehingga para lelaki hidung belang tidak terlalu tertarik. Tidak terlalu fulgar pun bukan berarti kamu harus berpakaian serba tertutup, tapi dengan sopan maksudnya, seksi tapi elegan.

Pastinya kalian wanita lebih tau caranya, yang penting tidak mematikan ekspresi kalian dalam berpakaian. Aku tahu, walaupun kalian memakai niqab dan tertutup sekalipun, selagi otak pelaku masih brengsek, ya tetep aja akan terjadi pelecehan. Tapi ada satu pesan yang harus kalian ingat,

"Kita tidak bisa membuat orang berhenti berbuat jahat pada kita, kita bukanlah superhero yang mampu menumpas kejahatan di bumi ini. Tapi setidaknya kita bisa mencegah agar kita tidak menjadi sasaran empuk sebuah kejahatan."

Untuk para lelaki agar sekiranya belajar menahan syahwatnya, kurangilah hal hal yang dapat menimbulkan syahwat dan hasrat seksual. Sibukkan diri dengan hal positif, tanamkan pada diri akan hal hal yang negatif bisa merusak diri sendiri.

Serta buatlah diri agar takut akan hukum, sehingga sugesti itu sampai ke otak dan kita akan takut melakukan kejahatan. Terakhir ingat kan pada diri kita bagaimana jika kasus pelecehan seksual atau tindakan kriminal itu terjadi pada orang terdekat kita, Ibu, saudara, istri, pacar atau kerabat kita, bagaimana terpukulnya kita nantinya.

Terakhir untuk kita semua, agar kiranya kita sama sama menjaga, cepat tanggap ketika ada kasus pelecehan seksual di sekitar kita, berhenti menyalahkan korban, support korban agar punya semangat untuk tetap menjalani kasus, bantu korban untuk melanjutkan kasus kejalur hukum.

Semakin banyak yang membela akan semakin baik. Kita jangan diam dalam sebuah kejahatan, bersama sama wujudkan dunia yang damai dan indah.

Sampai di sini aku berharap tulisan ini menjadi cerminan aku, kamu, dia, kita, mereka. Lawan pelecehan seksual.
Newest Post
Comment Policy: Please write your comments according to the topic of this post. Comments containing link will not be displayed before approval
Open Comment
Close Comment